MATERI ULANGAN HARIAN 2

Selasa, Maret 18th, 2014
  1. YESUS SANG PENDOA (catatan dan Intisari)
  2. YESUS PEDULI TERHADAP PENDERITAAN SESAMA (catatan & Intisari)
  3. REMAJA YANG MISIONER

Pelaksanaan Ulangan :

Kamis, 3 April 2014

YESUS SANG PENDOA

Selasa, Maret 18th, 2014

HAL BERDOA

BELAJAR DARI KITAB SUCI

Luk 11:1-13: Pesannya adalah:

    1. Yesus selalu menjalin komunikasi dengan Bapa dalam doa.

-          Meluangkan waktu

-          Dalam mengawali kegiatan-kegiatanNya

-          Menyerahkan apa yang hendak Ia lakukan

    1. Yesus menginginkan kita dekat dengan BapaNya

-          Mengetahui kehendak Bapa

-          Mendapat kekuatan baru

    1. Yesus mengajarkan kita satu doa yang sangat indah : Bapa Kami

 

  1. PENEGUHAN
    • Tanpa doa iman kita akan mati
    • Dalam doa kita:
      • Doa dan berdoa sangat penting bagi kehidupan rohani kita, ibarat napas bagi tubuh

-          Menyerahkan seluruh hidup kita kepada Allah

-          Menyerahkan seluruh kebutuhan dan harapan

-          Mendengarkan apa kehendak Allah bagi kita

-          Membuka hati dan masuk dalam ketenangan, seperti Yesus mencari tempat yang sepi dan tenang

    • Hal yang terpenting dalam doa:

-          kata-kata doa sungguh keluar dari hati

-          Kata-kata merupakan ungkapan kebutuhan kita yang nyata

-          Mempersiapkan batin

-          Mengarahkan seluruh pikiran dan hati kepada Allah

-          Menjaga sikap yang pantas di hadapan Allah

-          Menyadari kita sangat kecil di hadapan Allah

  • Perlu mengatur jadwal doa
  • Dalam doa Bapa Kami Yesus mengajarkan bagaimana berdoa yang baik:
  •  Sederhana
  • Konkret
  • Sesuai realitas dan kebutuhan hidup sehari-hari
  • Bagi Yesus yang terpenting dalam doa adalah bukan rumusannya melainkan sikap batin dan penyerahan diri kita sepenuhnya kepada Allah
  • Dalam doa Bapa Kami terdapat tiga hal:

-          Mengakui dan memuji Allah

-          Berterima kasih

-          Memohon

  •  Yesus adalah pribadi yang suka berdoa. Seluruh hidup dan karyaNya dihayati dalam kesatuan dengan BapaNya. Dengan kata lain, sebagai seorang pendoa, Yesus melihat hidupNya sendiri adalah suatu doa yang dipersembahkan kepada BapaNya (Luk 11:1-13). Maka setiap saat, Yesus tidak lupa mencari tempat yang sunyi untuk berbicara dengan BapaNya setelah sepanjang hari
  •  Dalam doaNya, Yesus selalu menyerahkan seluruh suka dukaNya pada BapaNya. Bagi Yesus bukan kehendakNya yang harus terjadi melainkan kehendak BapaNya.
  • Yesus mengajar kita untuk menyapa BapaNya dalam doa “Bapa Kami”. Dalam doa tersebut, Yesus mengajarkan suatu doa yang penuh dengan sikap penyerahan, cinta kasih, keadilan, dan pengampunan

YESUS PEDULI TERHADAP PENDERITAAN SESAMA

Selasa, Maret 18th, 2014

       Banyak orang yang membutuhkan perhatian. Mereka hadir sebagai pengemis, gelandangan, anak jalanan, orang sakit atau cacat apa saja

       Kepedulian terhadap mereka tidak selalu dalam bentuk materi atau uang.

       Senyuman yang ramah, pandangan mata yang tidak merendahkan, sapaan yang tulus, dll

KEPEDULIAN YESUS

Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat

(Luk 6 : 6 – 11)

       Yesus peduli terhadap penderitaan orang lain, sekalipun banyak hambatan

       Yesus mengutamakan keselamatan manusia , bukan aturan

       Bagi Yesus aturan perlu dipatuhi tetapi manusia  harus di atas semuanya

       Bagi orang Yahudi, hari Sabat adalah hari yang dikuduskan (sebagai hari ke tujuh, Allah berhenti menciptakan dunia seisinya0

       Umat Yahudi, dibawah kontrol ahli taurat dan orang farisi melanjutkan tradisi sabat

       Orang Yahudi tidak boleh bekerja pada hari sabat

       Yesus sangat peduli, terutama terhadap orang yang menderita (preferential option for the poor)

       Bagi Yesus keselamatan manusia lebih bernilai dari pada ketaatan pada aturan

       Pelayanan atau perbuatan untuk menyelamatkan manusia HARUS dilakaukan meskipun pada hari Sabat

       Yesus sangat peduli, terutama terhadap orang yang menderita (preferential option for the poor)

       Bagi Yesus keselamat manusia lebih bernilai dari pada ketaatan pada aturan

       Tuhan Yesus mengajak kita untuk mengulurkan tangan bagi yang membuuthkan terutama yang menderita

       Kadang kita terbentur dengan aturan yang berlaku, maka kita harus mendahulukan keselamatan manusia

REMAJA YANG MISIONER

Selasa, Maret 18th, 2014

Remaja yang Misioner

 

Bahan Kitab Suci:

Mat 28: 18-20 “Perintah untuk memberitakan Injil”

 Tujuan:

§  Agar remaja dapat mengerti dan memahami tentang makna Misi

§  Agar remaja dapat terdorong untuk berani mewartakan Injil dengan mempraktekkan 2D2K (doa, derma, kurban, kesaksian) melalui sikap hidup sehari-hari

 Gagasan Pendamping:

Mewujudnyatakan Kelompok Kecil Umat yang misoner perlu pemahaman yang cukup khususnya akan makna misioner. Oleh karena itu remaja diajak lebih dahulu memahami akan misi itu sendiri. Apa, siapa, mengapa dan ke mana kira harus bermisi dapat kita perhatikan dalam uraian berikut ini.

 Arti misi/ asal kata

Kata “misi” adalah istilah bahasa Indonesia. Kata ini diambil dari kata benda bahasa Latin “missio” yang berarti perutusan, pengiriman, hal membiarkan pergi. Kata kerjanya “mittere” yang berarti mengutus, mengirim, melepas pergi.

Gereja menggunakan istilah misi untuk menunjukkan suatu tugas atau kewajiban, perutusan dan daerah perutusan, kepedulian akan situasi sosial yang memprihatinkan, suatu kepedulian sosial. Misi mencakup seluruh kegiatan gerejawi di bidang pewartaan, pemeliharaan dan pendalaman iman, serta pelayanan kasih.

Sedang kata “misioner” dalam bahasa Indonesia berarti semangat misi, semua kegiatan yang berkaitan dengan karya misi, pewartaan Injil dan pengembangan iman.

Jadi misi adalah kegiatan menyebarkan kabar gembira/ Injil dan mendirikan jemaat setempat, dilakukan atas dasar pengutusan sebagai kelanjutan Misi Kristus.

 Siapa yang harus bermisi?

Adalah kita semua umat Allah, meski tidak langsung berhubungan dengan tugas pewartaan dalam Gereja/ paroki, tetapi melalui apapun panggilan hidup kita, kita juga adalah misionaris yang melanjutkan karya misi Kristus.

 Mengapa kita harus bermisi?

1.    Dasar sakramental: akibat materai sakramen pembaptisan dan sakramen krisma kita diangkat dan diutus untuk menjadi tanda keselamatan bagi dunia

2.    Dasar biblis: berdasar sabda, perintah atau seruan Yesus sendiri dalamKitab Suci, kita menemukan panggilan dan perutusan miosioner kita

3.    Dasar panggilan khusus: ada rupa-rupa karunia tetapi satu Roh (1 Kor 12: 1-11). Tugas itu adalah panggilan, entah karena pilihan kita, entah karena dimintakan dari kita. Percayalah bahwa peran atau tugas apapun yang diminta merupakan panggilan dan perutusan kita.

 Ke mana dan kapan harus bermisi?

Di mana pun dan kapan pun kita bisa melakukan misi. Karena bermisi tidak hanya dalam pengertian geografis atau perpindahan tempat, akan tetapi lebih menekankan pada bagaimana kita menanggapi berbagai situasi di sekitar kita untuk menjadi sasaran misi. Kita tidak mesti keluar untuk pergi jauh-jauh, tetapi keluar dari diri sendiri untuk bersikap solider dan empati dalam melayani sesama yang membutuhkan di sekitar kita.

 

Bagaimana bermisi?

Bermisi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara yang intinya adalah melakukan berbagai kegiatan dengan semangat 2D2K yaitu doa, derma, kurban dan kesaksian.

 Usulan Pelaksanaan Pertemuan

1.    Membaca Kitab Suci dari Mat 28: 18-20

2.    Menonton film dan penjelasan biografi Carlo Acutis

 BIOGRAFI CARLO ACUTIS

(15 tahun, Katolik, senang dengan teknologi informasi dan hidup kudus)

Di zaman modern ini tampaknya sulit sekali menemukan orang muda Katolik yang menjadi teladan kekudusan bagi sebayanya atau bagi orang-orang yang lebih tua. Kita melihat orang muda Katolik masa kini dilanda arus konsumerisme, hedonisme, relativisme, acuh tak acuh terhadap agamanya. Namun, Carlo Acutis menjadi sebuah sosok yang menarik, seorang muda Katolik yang hidup  kudus di tengah kehidupan yang hingar bingar. Siapakah dia?

Carlo Acutis adalah seorang Milan (Italia) yang lahir di London, Inggris,  pada 3 Mei 1991. Ayah dan ibunya tinggal di London pada waktu itu karena tuntutan pekerjaan. Lima belas hari setelah kelahirannya, pada tgl 18 Mei 1991, Carlo dibaptis di gereja Santa Perawan Bunda Dukacita di kota London. Mengenang Sakramen Baptis yang ia terima, Carlo berkata, “Pembaptisan adalah penting karena pembaptisan membawa jiwa-jiwa untuk diselamatkan, untuk kembali kepada kehidupan ilahi. Orang-orang tidak menyadari betapa besar makna karunia ini.”

Masa kecil Carlo diisi dengan kasih sayang dan kepedulian dari orang-orang di sekitarnya. Carlo kecil adalah seorang yang ceria, begitu hidup dan lembut. Bila ada teman sekelasnya melakukan sesuatu yang salah, tidak langsung bereaksi secara berlebihan. Dia berkata, “Tuhan tidak akan senang jika saya bereaksi dengan keras.”

Carlo menerima Komuni Kudus pertama pada umur 7 tahun dan sejak saat itu setiap hari Carlo menghadiri Misa Kudus, Adorasi Ekaristi dan berdoa Rosario. Di samping kehidupan rohani yang begitu intens seperti ini, Carlo juga menjalani kehidupan remaja pada umumnya. Ia belajar, berusaha untuk mendapatkan nilai bagus dan naik kelas, Carlo adalah seorang yang ahli dengan komputer, dia senang membaca buku tentang teknologi informasi dan banyak orang kagum padanya. Carlo adalah seorang jenius di bidang teknologi informasi. Dalam usianya yang masih muda, ia telah memiliki kemampuan untuk memahami rahasia untuk menyembunyikan informasi sehingga hanya dapat diakses oleh mereka yang memiliki hak untuk informasi tersebut. Carlo memiliki kemampuan pemrograman komputer, penyuntingan film, pembuatan situs, animasi dan sebagainya.

Carlo tidak lupa untuk melayani orang lain dan membantu teman-temannya. Ia juga begitu murah hati kepada orang asing, penyandang cacat, anak-anak dan para pengemis. Luana, nenek Carlo, pernah bercerita tentang Carlo dan seorang pengemis yang tidur di tanah di kebun kota Asisi, “Carlo mengingatkan saya setiap malam untuk menyiapkan makan untuk diberikan kepada pengemis itu, selalu menempatkan sejumlah uang di dekat saya sehingga ketika saya bangun, saya memberikan uang itu kepada pengemis tersebut.” Carlo juga dikenal sebagai seorang remaja yang peduli terhadap teman-temannya yang diabaikan. Sebuah testimoni menarik dari teman Carlo, “Carlo adalah seorang yang ingin berteman dengan siapa saja termasuk dengan teman-teman yang memiliki kesulitan untuk bersosialisasi. Hal ini terjadi kepada sejumlah teman-teman yang lebih muda di kelas kami. Carlo selalu tertarik untuk mencoba berbaur dengan mereka dan membawa mereka menyatu dengan kelas. Carlo pergi menghadiri Misa Kudus beberapa kali seminggu dan ia memiliki iman, percaya pada relasi yang mendalam dengan Tuhan dan berdoa Rosario setiap hari. Setelah kematian Carlo dan saya kembali ke gereja, maka kepulangan saya ke gereja dapat diyakini sebagai berkat dari perantaraan Carlo.”

Pada suatu waktu, Carlo memilih untuk berziarah ke Asisi daripada ke tempat liburan biasa. Asisi bagi Carlo adalah sebuah tempat di mana ia merasa paling bahagia. Carlo sendiri sangat mengagumi St. Fransiskus Asisi terutama kerendahan hati yang begitu besar dari santo tersebut.

Carlo Acutis sangat tertarik pada konsep Beato Yohanes Paulus II tentang pentingnya penggunaan komputer dan internet untuk evangelisasi. Hal yang sama juga ditekankan oleh Paus Benedikstus XVI. Carlo Acutis membuat suatu situs carloacutis.com tempat dia berbagi tentang iman Katolik. Situs itu dalam bahasa Italia, masih dapat diakses hingga sekarang dan dikelola oleh mereka yang ingin tetap menyampaikan pesan-pesan dari Carlo. Satu tema penting yang Carlo bagikan dalam situsnya adalah tentang Ekaristi. Carlo menggambarkan perjumpaannya dalam Ekaristi, “Ekaristi adalah sungguh-sungguh kehadiran Yesus di dunia sama seperti pada zaman para Rasul di mana mereka dapat melihat Yesus berjalan di Yerusalem.” Dalam situsnya Carlo memberikan sebuah pernyataan inti yang jelas tentang Ekaristi, “Eucaristia la mia autostrada per il Cielo.” (Ekaristi adalah jalan tol saya ke surga). Hal ini seperti menggemakan kembali pernyataan Paus Santo Pius X “Komuni Kudus adalah jalan tercepat ke surga.”

Pada situsnya tersebut, Carlo juga membagikan informasi tentang mukjizat Ekaristi, mukjizat untuk meneguhkan keyakinan kita akan kehadiran Yesus secara nyata dalam Sakramen Ekaristi. Dalam situsnya juga, Carlo membagikan poin-poin penting untuk menuju kepada kekudusan:

  1. Engkau harus mengingini kekudusan dengan sepenuh hatimu dan bila keingingan tersebut tidak muncul di hatimu, engkau harus memintanya dengan teguh kepada Tuhan
  2. Hadirilah Misa Kudus dan terimalah Komuni Kudus setiap hari
  3. Ingatlah untuk berdoa Rosario setiap hari
  4. Bacalah setiap hari satu periko dari Kitab Suci
  5. Bila engkau dapat meluangkan waktu untuk Adorasi Ekaristi di depan altar di mana Yesus sungguh hadir, engkai akan melihat betapa mengagumkannya kekudusanmu tumbuh
  6. Pergilah untuk mengaku dosa setiap minggu bahkan untuk dosa-dosa yang remeh
  7. Mintalah malaikat pelindungmu untuk membantumu terus-menerus dan malaikat pelindung menjadi teman terbaikmu.

 Carlo juga memiliki ketertarikan akan kehidupan para orang kudus. Ia membuat tulisan panjang di situsnya dengan judul “Teman-teman saya dari surga”, yang berisi panduan hidup dari para Santo-Santa, Beato-Beata, para venerabilis dan hamba Allah. Carlo sendiri memilii devosi yang mendalam kepada Bunda Maria terutama Bunda Maria dari Pompeii. Carlo seringkali pergi bersama orang tuanya untuk berdoa meminta intersesi kepada Bunda Maria dari Pompeii dan sekaligus memperbaharui hidup baktinya kepada Maria.

Tidak ada yang menduga bahwa Carlo yang bersemangat dan penuh energi dipanggil Tuhan begitu cepat. Suatu hari Carlo jatuh sakit, ia dibawa ke rumah sakit dan dideteksi mengidap Leukimia tipe M3 (Leukimia akut). Menjelang kematiannya, orang tua Carlo mendengar Carlo berkata, “Saya mempersembahkan semua penderitaan saya untuk Tuhan, Paus dan Gereja.” Ketika dokter yang menanganinya bertanya apakah ia begitu menderita, Carlo menjawab, “Ada orang yang menderita lebih banyak daripada saya.” Carlo meninggal pada 12 Oktober 2006 pada saat berusia 15 tahun.

Carlo Acutis terlihat seperti St. Dominikus Savio di era modern. St. Dominikus Savio adalah seorang remaja yang berusaha menjaga kekudusannya sejak menerima Sakramen Baptis. Ia lahir pada 2 April 1842 dan meninggal pada 9 Maret 1857 pada usia menjelang 14 tahun. St. Dominikus Savio pernah membuat janji-janji:

  1. Saya akan menerima Sakramen Tobat dan Sakramen Ekaristi sesering mungkin
  2. Saya akan berusaha memberikan hari Minggu serta hari-hari libur sepenuhnya untuk Tuhan
  3. Sahabat terbaikku ialah Yesus dan Maria
  4. Lebih baik mati daripada berbuat dosa.

 Janji keempat akan menjadi moto Dominikus sepanjang hidupnya. Beberapa kali ia memohon pada Tuhan untuk mengijinkannya meninggal sebelum ia sempat menyakiti Tuhan dengan melakukan dosa berat.

Carlo Acutis belum dikanonisasi hingga saat ini, tetapi Keuskupan Agung Milan sekarang sedang menjalankan proses mengumpulkan testimoni dan informasi lebih banyak tentang Carlo Acutis  serta menunggu pernyataan dari orang-orang yang pernah mendapatkan mukjizat melalui perantaraan doa Carlo Acutis. Nicola Gori, seorang editor L’Osservatore Romano (Surat kabar resmi Vatikan) telah menerbitkan biografi Carlo Acutis berjudul “Eucaristia, La mia autostrada per il Cielo” sebagai salah satu bentuk usaha untuk mendukung proses kanonisasi Carlo Acutis. (sumber: www.indonesianpapist.com/2013/07/carlo-acutis )

Pertanyaan Pendalaman

1.    Bagaimana cara Carlo bermisi? (Melalui teladan hidup dan media)

2.    Apakah perbuatan Carlo sudah termasuk 2D2K? Apa saja? (Ya, berdoa rosario dan menerima komuni kudus setiap hari, menolong teman-teman dan orang miskin, bersaksi melalui media, dll)

3.    Apakah misi Carlo dapat disebut berhasil? Apa buktinya? (Ya, buktinya dari kesaksian temannya yang kembali ke gereka berkat teladan hidup Carlo, adanya situs Carlo Acutis, dan saat ini banyak orang yang meneruskan misinya, dll)

 Pendalaman/ Peneguhan

Seperti yang telah diperintahkan oleh Tuhan Yesus sendiri dalam Mat 28: 18-20, bermisi (evangilasasi) adalah tugas dari semua umat Allah, baik tua maupun muda.

Bermisi tidak hanya melulu kegiatan menginjili lewat perkataan atau kotbah saja karena banyak cara untuk bermisi, salah satunya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Akan tetapi cara bermisi yang paling efektif adalah melalui kesaksian atau teladan hidup kita sendiri.

Ayo lakukan tugas bermisi ini, tak ada kata terlalu muda untuk melakukan misi “Jangan seorangpun menanggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu (1 Tim: 4: 12).

 Perutusan

Aku mau mewartakan Kristus melalui …. (diisi sendiri oleh teman-teman remaja); misal: doaku setiap hari untuk para imam, rajin derma untuk mereka yang membutuhkan, dll.

TUGAS

Rabu, Januari 29th, 2014

TUGAS

  • Pilih salah satu berita koran/majalah yang menunjukkan adanya rasa belaskasih antar sesama manusia.
  • Gunting dan tempel di buku refleksi, lalu berilah komentar/tanggapan!
  • Komentar atau tanggapan ditulis tangan
  • Buku refleksi dikumpulkan pada:
    • Hari Senin, 10 Pebruari 2014

ULANGAN HARIAN I

Rabu, Januari 29th, 2014

SELAMAT BELAJAR UNTUK ULANGAN HARIAN I:

KAMIS, 30 JANUARI 2014

MATERI : AKU DI TENGAH KELUARGA DAN HIDUP BERSAMA ORANG LAIN

 

AKU DI TENGAH KELUARGA

 

KELUARGA SANGAT PENTING BAGI KITA:

v  Menjadi tempat pertama dan utama kita bertumbuh dan berkembang

v  Menjadi tempat kita mengalami kasih sayang yang tulus

v  Tempat kita mengalami kehangatan cinta dari ayah, ibu dan saudara

v  Tempat kita mendapat dukungan dan bantuan penuh dari anggota keluarga

PERAN ORANGTUA:

v  Melahirkan, Merawat , Membesarkan, Membimbing dan Mendidik

v  Mendorong untuk maju dan menjadi anak yang baik

v  Mencurahkan seluruh kasihnya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya

v  Sebagai wakil Allah di dunia dan saluran rahmat kepada anak-anak

v  Menjadi pewarta iman kepada anak-anaknya

v  Sikap dan tindakannya sangat berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian anak-anaknya

v  Menyediakan kebutuhan material dan spiritual anak-anaknya

 

PERAN ANGGOTA KELUARGA:

v  Setiap anggota keluarga beranggungjawab membangun keluarga yang baik

v  Semua berkewajiban menyejahterakan keluarga

 

KEWAJIBAN ANAK DALAM KELUARGA:

v  Bersyukur karena memiliki keluarga dan orangtua yang sangat memperhatikan kita

v  Menghormati dan menaati orangtua sebagai ungkapan syukur sesuai teladan Yesus dan sesuai PA ke 4

v  Patuh terhadap orangtua

 

KELUARGA KATOLIK

v  Sangat diharapkan tumbuh menjadi Gereja rumah tangga (domestic church):

o   Keluarga katolik menjadi suatu komunitas rahmat dan doa

o   Sebuah sekolah keutamaan manusiawi dan kristiani

o   Tempat iman pertama kali diwartakan kepada anak-anak (KKGK 350)

o   Merupakan satu komunitas iman, harapan, dan kasih (KKGK 456)

 

MEWUJUDKAN GEREJA RUMAH TANGGA

v  Setiap anggota keluarga Katolik mengembangkan kebiasaan-kebiasaan yang baik sebagi orang kristiani

v  Setiap anggota keluarga katolik saling peduli terhadap yang lain

v  Setiap anggota keluarga katolik saling belajar dan bertanggungjawab terhadap yang lain

 

YESUS DIKETEMUKAN DI BAIT ALLAH

v  Tiap tahun orang Yahudi merayakan Paskah, Bagi orang YahudI Paskah adalah saat Tuhan membebaskan bangsa Israel dari Mesir, orang Yahudi mengenang kembali pembebasan bangsanya

v  Pelaksanaan kegiatan keagamaan dipusatkan di Yerusalem, Orang Yahudi dari pelbagai pelosok datang memadati Yerusalem

v  Maria dan Yusuf adalah orang Yahudi, mereka membawa Yesus ke Yerusalem. Mereka mengajarkan kepada Yesus adat istiadat bangsaNya dan memperkenalkan pesta keagamaan

v  Ketika kembali, Yesus tertinggal, orangtuaNya mencari, Yesus sedang berdiskusi dengan alim ulama.

v  Orangtua Yesus membawaNya pulang. Yesus sangat dicintai orangtuaNya dan Ia-pun sangat taat dan menghormati orangtuaNya

 

PENEGUHAN

v  Keluarga sangat penting : tempat pertama dan utama seseorang bertumbuh dan berkembang, mengalami kasih sayang secara tulus, mengalami kehangatan cinta dai ayah dan ibu.

v  Orang tua sangat berpengaruh terhadap kepribadian seseorang

v  Setiap anggota keluarga mempunyai peran dalam membangun keluarga yang baik

v  Sebagai seorang anak: bersyukur, menghormati dan mentaati orang tua seperti teladan Yesus. Bdk PA ke 4 (kel 20:12). Sikap patuh seorang anak terhadap orangtua merupakan sikap terpuji

 

HIDUP BERSAMA ORANG LAIN

 

Ø  Hidup bersama orang lain merupakan kebutuhan, karena kita tidak bisa hidup tanpa orang lain : orangtua, sanak-saudara, teman, tetangga, dll

Ø  Hidup bersama orang lain mempunyai tujuan supaya saling mendukung, mengembangkan sikap peduli, dan saling membantu

Ø  Dalam hidup bersama pasti ada perbedaan-perbedaan, kita saling membangun sikap saling menghormati, mau mengampuni dan mengasihi

Ø  Melalui kegiatan bermasyarakat dan berkelompok, kita dilatih untuk mengembangkan keutamaan-keutamaan : peduli pada orang lain, bersikap adil, menerima perbedaan, mengampuni, dll. Kita juga dilatih untuk menjadi pemimpin

 

Dalam Injil Mat 7:12; 22:37-39

Ø  Yesus memberi perintah supaya setiap orang memperlakukan dan mengasihi orang lain seperti mengasihi diri sendiri

Ø  Apapun yang dilakukan terhadap orang lain ukurannya adalah diri sendiri

 

Dalam GS. Art. 29

Manusia mempunyai persamaan dasariah

ü  Persamaan martabat yang sama sebagai citra Allah

ü  Persamaan kodrat dan asal mula

ü  Mendapat tebusan yang sama oleh Kristus

ü  Mengemban panggilan dan tujuan ilahai yang sama

 

Sikap yang layak bagi setiap orang dalam hidup sehari-hari:

ü  Saling menghormati

ü  Tidak bertindak diskriminatif di atas perbedaan yang ada

ü  Menjunjung tinggi hak asasi

ü  Saling melengkapi dan bekerjasama

ü  Berperan atau terlibat secara aktif dalam hidup bersama

SELAMAT UAS

Rabu, Nopember 20th, 2013

Bahan UAS Pendidikan agama kelas VII

Pilihan Ganda : Pelajaran 1 sampai dengan 11.

Uraian                : Pelajaran 7, 8, 9, 10, 11. Jawablah semua uji kompotensi semua pel. tsb

Selamat dan sukses

TUGAS 2

Kamis, Oktober 10th, 2013
  • Carilah di koran/majalah, atau download dari internet sebuah artikel yang berisi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suami terhadap istri!
  • Gunting dan tempelkan di kertas hvs/folio
  1. Menurut artikel tersebut, mengapa suami melakukan kekerasan terhadap istri?
  2. Menurut Anda, apakah dengan alasan tersebut suami dibenarkan melakukan kekerasan terhadap istri? Mengapa?
  3. Sertakan kutipan Kitab Suci (tulis kitab apa bab dan ayat berapa bagaimana bunyinya)yang tidak membenarkan adanya perendahan martabat wanita!

Jawaban no 1 – 3 ditulis tangan!

Tugas dikumpulkan paling lambat tanggal 21 Oktober 2013. Apabila anda mengumpulkan, anda harus tanda tangan sebagai bukti pengumpulan.

Selamat mengerjakan, Tuhan memberkati

 

Bahan UH 2 / 21 Oktober 2013

Kamis, Oktober 10th, 2013

 

5. AKU DICIPTAKAN SBG PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI

6. LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN SEDERAJAT

UTS KELAS VII

Rabu, September 18th, 2013

Waktu             : Senin, 30 September 2013

Bahan             : Pelajaran 2, 3 dan 4

§  10 soal pilihan ganda dari intisari pelajaran 2, 3 dan 4

§  5 soal uraian dari blog (syukur atas hidup dan kemampuan & keterbatasanku)

 

JANGAN LUPA SELALU MEMBAWA KITAB SUCI